Semua pasti setuju jika ikan mas koki adalah primadona aquarium, lihat saja bentuknya yang lucu dengan perut buncit berenang kian kemari sambil berebut makanan yang ditebar di permukaan aquarium.
Ada banyak jenis ikan maskoki, ada yang berjambul, ada yang tanpa sirip punggung dan ada juga koki yang bersisik mirip tonjolan-tonjolan mutiara di sekujur tubuhnya. Tentunya setiap penggemar maskoki punya idola masing-masing.
Banyak orang mengatakan jika merawat maskoki dibutuhkan kesabaran luar biasa, karena maskoki terkenal sebagai ikan hias yang paling sulit dipelihara, bahkan tak sedikit hobiis pemula yang putus asa merawat maskoki karena selalu saja mati. Tentu sangat sedih bukan? Kita sudah kadung jatuh cinta pada setiap polah tingkah si maskoki, namun beberapa hari kemudian si dia akhirnya lemas, tidak mau makan, berdiam diri di pojok aquarium hingga akhirnya megap-megap di permukaan aquarium seolah kehabisan udara dan tak berapa lama akhirnya kematian menjemputnya..tragis.
Memang ada harga yang harus ditebus untuk menikmati keindahan maskoki, dimulai dari mempersiapkan aquarium yang tepat, sistem filtrasi dan aerasi yang optimal hingga pemilihan pakan bergizi seimbang dan penanganan pengobatan saat si maskoki menunjukkan gejala sakit.
Seperti apa sih syarat umum agar maskoki dapat berumur panjang? Ada baiknya kita simak penjabaran dibawah ini:
Metode pemeliharaan ikan maskoki:
Metode pemeliharaan ikan maskoki bisa bermacam2, walaupun secara prinsipnya, seperti pemeliharaan ikan hias lainnya, hanya ada 1 cara yaitu memelihara kualitas air.
Ikan maskoki memiliki karakter yg khas yaitu sangat rentan terhadap kadar ammonia terlarut didalam air. Hal inilah yg seringkali membuat persepsi di kalangan penggemar ikan hias bahwa memelihara ikan maskoki tersebut susah, gampang mati.
Untuk mengatasi masalah kadara ammonia tersebut, hal yang dapat dilakukan ada 2, yaitu menetralisirnya, atau mengganti airnya . Menetralisir kadar ammonia bias dilakukan dengan menggunakan biofiltrasi atau dengan menumbuhkan lumut air, yg akan menyerap zat2 yg dapat meracuni ikan tersebut.
Beberapa teknik yang digunakan oleh hobbiis, dan terbukti berjalan dengan baik adalahsebagai berikut:
1. Biofiltrasi :
Teknik2 biofiltrasi yg baik berasal dari penggemar2 ikan koi. Kunci dari teknik ini adalah penggunaan media filtrasinya. Salah satu media terbaik adalah menggunakan matt sintetis buatan Jepang, yg saat ini banyak dijumpai di toko2 ikan hias. Media ini akan melakukan penyaringan kotoran2 ikan dan memperangkapnya, yang kemudian akan menstimulasi pertumbuhan bakteri2 nitrobacter di dalamnya. Aerasi yang dijalankan harus cukup banyak dan saat biofilter tersebut telah ter-cycled, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut sudah menjadi stabil. Untuk hobiis yg malas menguras air ikan, metode ini tentunya sangat cocok, karena tidak memerlukan pengurasan air sama sekali. Namun demikian kelemahan yg ada adalah bahwa dengan air tidak pernah diganti, menyebabkan zat-zat/ mineral-mineral yangg diperlukan ikan, yang bisa didapatkan dari air baru, tidak tersedia, sehingga dapat menyebabkan warna ikan menjadi kurang cerah, dsb. Teknik ini bisa diimbangi dengan penggantian air parsial secara rutin.
2. Air Hijau/ greenwater method :
Teknik ini adalah teknik yg umumnya dipakai di farm2 ikan maskoki dimanapun. Ini adalah metode yg paling primitif, yaitu membiarkan ikan didalam kolam sampai dengan airnya hijau (karena pertumbuhan lumut). Perlu diperhatikan bahwa lumut yg tumbuh adalah lumut air, bukan lumut dinding kolam. Biasanya di farm, setelah air menjadi hijau, maka air akan diganti total dengan air baru. Metode ini dapat dikembangkan dengan berusaha untuk secara konsisiten menjaga tingkat ke-hijau-an air, dengan cara pada saat air hendak diganti, disimpan 1 ember air lama untuk nantinya dicampurkan dengan air baru. Dengan demikian diharapkan pertumbuhan lumut dapat terjadi lagi segera setelah kolam baru dikuras. Keuntungan lain dari metode ini adalah dengan memaintain air hijau tadi, maka warna ikan menjadi lebih cerah, yg disebabkan karena ikan memakan lumut yg berada di air tersebut. Metode ini sangat baik untuk kesehatan ikan, namun tidak favorit di kalangan penggemar, karena dengan air hijau tersebut, ikan maskoki yg berada didalamnya tidak dapat dilihat.
3. Mekanikal filtering :
Mekanikal filtering adalah menyaring kotoran2 padat yg ada di kolam/ akuarium, sehingga air selalu terlihat jernih. Metode ini tidak menyaring kotoran2 terlarut didalam air, sehingga banyak hobiis terjebak dengan melihat air jernih, tetapi kadar ammonia tinggi, yang dapat menyebabkan ikan sakit/ mati. Mechanical filtering ini harus dibarengi dengan penggantian air secara rutiin, bisa dengan penggantian 2 persen setiap hari dan dibarengi dengan pencucian media filter.
4. Ganti air :
Karena kadar ammonia di air disebabkan oleh kotoran ikan, maka teknik yg bisa dipakai adalah membuang kotoran ikan tersebut dengan di-siphon, serta dilakukan penggantian air secara rutin. Salah satu hobiis di Jakarta menggunakan teknik ini , yaitu melakukan siphon & penggantian air 80% sebanyak 2 kali sehari. Teknik ini berjalan dengan baik sekali dan pertumbuhan ikan didalamnya relatif lebih baik dari metode2 yg dipakai oleh hobiis yg lain.






Mantap ulasannya Вя̅Oώ